Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) meluncurkan inisiatif baru untuk melindungi populasi Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), satwa endemik yang menjadi lambang negara Indonesia (Garuda).

Ancaman Kepunahan

Populasi Elang Jawa terus terancam akibat kerusakan habitat dan perburuan liar. Di kawasan Puncak dan sekitarnya, diperkirakan hanya tersisa beberapa pasang yang aktif berkembang biak. Program ini bertujuan untuk memantau, melindungi sarang, dan merehabilitasi elang yang terluka.

Pusat Edukasi & Pengamatan

Selain patroli hutan yang diperketat, TNGGP juga akan membangun pos pengamatan burung (birdwatching) terbatas untuk tujuan edukasi dan ekowisata. Wisatawan dapat mengamati elang di habitat aslinya tanpa mengganggu aktivitas mereka.

"Elang Jawa adalah predator puncak yang sangat penting bagi keseimbangan ekosistem hutan kita. Menjaga elang berarti menjaga hutan, dan menjaga hutan berarti menjaga sumber air bagi Jakarta dan sekitarnya," jelas Kepala Balai Besar TNGGP.

Dukungan Masyarakat: Anda dapat mendukung program ini dengan tidak membeli satwa liar dilindungi dan melaporkan aktivitas perburuan ilegal kepada pihak berwenang.